Rabu, 4 Julai 2018

Pelajaran Sekolah Sabat 01 Rabu 04 Julai 2018

Pelajaran Sekolah Sabat 01
Rabu 04 Julai 2018

Persediaan Kepada Pentakosta

Dalam jawapanNya dalam Kisah 1:7, 8, Yesus tidak membuat komitmen berhubung dengan waktu. Namun, kebiasaan implikasi tentang firmanNya adalah bahawa sebaik-baik Roh Kudus datang dan murid-murid dan murid-murid telah melengkapkan misi mereka, Dia akan datang (rujuk juga Matius 24:14). Pernyataan malaikat juga (Kisah 1:11) tidak menjawab persoalan: bilakah kerajaan itu akan tiba, tetapi boleh difahami bahawa ianya tidaklah begitu lama. Seolah-olah menjelaskan mengapa murid-murid “kembali ke Jerusalem dengan sukacita yang sangt” (Lukas 24:52). Janji kedatangan Yesus kembali pada waktu yang tidak ditentukan; memberikan kepada mereka dorongan yang lebih ke atas misi mereka. Ini bermaksud bahawa akhir masa hampir di dalam tangan. Perkembangan selanjutnya dalam Kisah akan menunjukkan dengan jelas ide tersebut.

Sila baca Kisah 1:12-14. Siapakah lagi yang berada di ruang atas dan bagaimana mereka menyediakan diri mereka bagi kedatangan Roh?

Setelah kembali dari Gunung Zaitun, murid-murid tersebut berkumpul pada atas ruang tamu (dalam Latin, cenaculum) rumah persendirian dua-tingkat di Jerusalem. Beberapa pengikut perempuan (Lukas 8:1-3; 23:49; 24:1-12), demikian juga dengan ibu dan saudara-saudara Yesus, ada di sana bersama-sama dengan murid-murid.

Saudara-saudara Yesus (Markus 6:3) adalah sama ada anak bongsu Yusuf dan Maria (Matius 1:25; Lukas 2:7) atau, boleh jadi anak-anak Yusuf dengan isteri pertamanya. Dalam hal ini, Yusuf adalah duda pada waktu dia mengambil Maria sebagai isterinya. Kehadiran mereka beserta dengan murid-murid adalah mengejut kerana selalunya mereka mencurigai terhadap Yesus (Markus 3:21; Yohanes 7:5). Namun, kebangkitan dan kemunculan Yesus kepada Yakobus (1 Kor. 15:7) nampaknya telah mengubah semuanya. Selepas itu Yakobus kelihatannya telahpun mengambil tempat Petrus di dalam kepimpinan masyarakat Kristian (Kisah 12:17; 15:13; 21:18; Galatia 2:9, 12).

Bertekun dalam doa (Kisah 1:14) dan sentiasa berada dalam kaabah memuji Tuhan (Lukas 24:53) membuat mereka tidak ada keraguan terlibat pada masa pengakuan, pertaubatan dan menanggalkan semua dosa. Sehingga dalam fikiran mereka sekalipun, kedatangan Roh akan menuntun serta-merta kepada kedatangan Yesus kembali; sifat rohani mereka berada dalam keharmonian yang penuh dengan apa yang kira-kira akan berlaku seperti pada Roh Kudus tiba ketika menjawab doa.

Pada pilihan harian kita, apakah cara-cara dapat membantu kita menyediakan cara pekerjaan Roh dalam kehidupan kita?

Sabbath School Lesson 1
Wednesday July 4

Preparing for Pentecost

In His reply in Acts 1:7, 8, Jesus made no commitment with regard to time. Yet, the natural implication of His words was that right after the Spirit came and the disciples completed their mission, He would return (see also Matt. 24:14). The angels’ remark (Acts 1:11) also did not answer the question as to when the kingdom would come, but it could be understood as if it would not be long. This seems to explain why the disciples “returned to Jerusalem with great joy” (Luke 24:52). The promise of Jesus’ second coming at an unspecified time, which should give them extra encouragement for their mission, was taken to mean that the end was close at hand. Further developments in Acts will demonstrate this idea.

Read Acts 1:12-14. Who else was in the upper room, and how did they prepare themselves for the coming of the Spirit?

Having returned from the Mount of Olives, the disciples gathered in the upper guest room (in Latin, cenaculum) of a two-story private house in Jerusalem. Some women followers (Luke 8:1-3, 23:49, 24:1-12), as well as Jesus’ mother and brothers, were there with the disciples.

Jesus’ brothers (Mark 6:3) were either younger sons of Joseph and Mary (Matt. 1:25, Luke 2:7) or, more likely, sons of Joseph’s first marriage, in which case Joseph would be widowed when he took Mary for his wife. Their presence among the disciples comes as a surprise, as they had always been rather skeptical toward Jesus (Mark 3:21, John 7:5). Yet, the resurrection and Jesus’ special appearance to James (1 Cor. 15:7) seems to have made all the difference. Later on James apparently would even replace Peter in the leadership of the Christian community (Acts 12:17; 15:13; 21:18; Gal. 2:9, 12).

Constantly in prayer (Acts 1:14), and constantly in the temple praising God (Luke 24:53), they all were no doubt involved in a time of confession, repentance, and the putting away of sin. Even if in their minds the coming of the Spirit would immediately lead to Jesus’ return, their spiritual attitude was in full harmony with what was about to happen, as the Holy Spirit comes in response to prayer.


In our daily choices, what are ways we help prepare the way for the work of the Spirit in our lives?

Tiada ulasan:

Catat Ulasan