Ahad, 26 Ogos 2018

Pelajaran Sekolah Sabat 9, Isnin 27 Ogos 2018


Pelajaran Sekolah Sabat 9
Isnin, 27 Ogos  2018

Filipi

Sekali berada di Makedonia, Paulus dan teman-temannya berjalan ke Filipi, di mana mereka telah tubuhkan Kristian pertama di Eropah.

Sila baca Kisah 16:11-24. Ke manakah para misionari pergi pada hari Sabat dan mengapa? Apakah kesudahan yang berlaku kepada mereka di sana?

Setiap kali Paulus tiba di kota, praktiknya dia melawat rumah ibadah tempatan pada hari Sabat supaya dapat bersaksi kepada orang Yahudi (Kisah 13:14, 42, 44; 17:1, 2; 18:4). Bahawa di Filipi dia dan kumpulannya pergi ke tepi sungai untuk berdoa berdama-sama dengan beberapa orang wanita, bukan Yahudi dan orang-orang Yahudi para penyembah Tuhan-mungkin bermakna tidak terdapat rumah ibadah dalam kota itu.

Sila baca Kisah 16:25-34. Teliti semula kisah bagaimana kepala penjara menukar agamanya. Apakah yang dia perlu lakukan supaya selamat?

Jawapan Paulus dan Silas kepada persoalan kepala penjara adalah seharmoni penuh dengan injil, oleh kerana keselamatan sama sekali melalui iman di dalam Yesus (Roma 3:28; Galatia 2:16). Bagaimanapun, apa yang kita tidak dapat putuskan daripada episod tersebut ialah, percaya kepada Yesus adalah penting untuk baptisan, dengan mengorbankan arahan doktrin dan praktikal yang betul.

Apa yang kita tahu mengenai kepala penjara itu? Adakah ia seorang Yahudi atau Yahudi proselit? Dalam apapun kesnya, yang kita perlu ialah percaya kepada Yesus sebagai TUHAN dan Juruselamat. Bagaimana pula jika dia adalah orang bukan Yahudi yang telah mengetahui dan menyembah Tuhan, seperti Kornelius, Lydia (Kisah 16:14), dan beberapa orang yang lain dalam Kisah? Bagaimana pula jika dia telah menghadiri pertemuan evangelis oleh Paulus sebelumnya di dalam kota itu? Apaun faktanya mengenai kepala penjara itu, betapa singkatpun pemberitaan tidak seharusnya dijadikan alasan untuk baptisan segera.

Sila baca Kisah 16:31-34. Apakah pengajaran bagi kita tentang begitu lengkap dan penuh pengorbanan Kristus itu kepada kita? Bagaimana anda boleh belajar, hari demi hari, meletakkan keyakinan kebenaran Kristus membungkus anda sebagai satu-satunya pengharapan keselamatan?

Sabbath School Lesson 9
Monday August 27

Philippi

Once in Macedonia, Paul and his companions traveled to Philippi, where they established the first Christian congregation in Europe.

Read Acts 16:11-24. Where did the missionaries go on Sabbath and why? What ultimately happened to them there?

Whenever Paul arrived in a city, his practice was to visit the local synagogue on Sabbath in order to witness to the Jews (Acts 13:14, 42, 44; 17:1, 2; 18:4). That in Philippi he and his group went to a riverside to pray—together with some women, both Jewish and Gentile worshipers of God—probably means there was no synagogue in the city. The significance of this is that Paul did not go to Jewish synagogues on Sabbaths only for evangelistic purposes, but also because this was his day of worship.

Read Acts 16:25-34. Review the story of the jailer’s conversion. What did he need to do to be saved?

Paul and Silas’s answer to the jailer’s question is in full harmony with the gospel, since salvation is entirely through faith in Jesus (Rom. 3:28, Gal. 2:16). What we cannot conclude from the episode, however, is that belief in Jesus is all that is necessary for baptism, at the expense of the proper doctrinal and practical instruction.

What do we know about the jailer? Was he a Jew or a Jewish proselyte? In either case, what he needed was to believe in Jesus as Lord and Savior. What if he were a Gentile who already knew and worshiped God, such as Cornelius, Lydia (Acts 16:14), and several others in Acts? What if he had previously attended Paul’s evangelistic meetings in the city? Whatever the facts about him, the brevity of the account should not be used as an excuse for quick baptisms.


Read Acts 16:31-34. What does this teach us about just how complete and full Christ’s sacrifice was for us? How can you learn, day by day, to rest in the assurance of Christ’s righteousness covering you as your only hope of salvation?

Tiada ulasan:

Catat Ulasan